Month: April 2014

Bersyukur: Depend on Perception?

Ditulis Oleh: Saleha Juliandi
Kalau diperhatikan, di ujung sana ada botol minuman mineral yg entah dibuang sengaja atau tidak sengaja masuk ke dalam kolam.
Bagi yang sedang lupa bersyukur, maka dia akan berkonsentrasi pada satu botol sampah itu untuk menggerutui dan menyimpulkan bahwa kolam itu kotor.
Tapi bagi yang sedang tidak lupa bersyukur, dia akan lebih berkonsentrasi terhadap bagian yang bersih. Sedangkan satu botol yg terbuang di sana sebagai cambuk/motivator untuk menjadi pribadi yg lebih baik lagi.
*Foto di ambil di Kebun Raya Bogor.

~ Dekat di Mata, Jauh di Hati ~

Sumber Cerita: Saleha Juliandi
Saat suami ke Jepang dua minggu yang lalu, dia berkenalan dengan teman baru asal Italia di laboratoriumnya. Dia ini, katanya bersemboyan hidup ingin menghabiskan hidupnya untuk berkelana ke seluruh dunia. Bekerja di laboratorium sebagai researcher hanya bertujuan ingin mengumpulkan uang saja. Setelah uang terkumpul, akan dia habiskan (lagi) untuk bertraveling mengelilingi dunia.
Saat suami saya bertanya, “Dari sekian banyak negara yg pernah kamu kunjungi, mana yang paling berkesan bagimu?”
Suami saya yakin bahwa jawabannya adalah Jepang, Inggris, Prancis, atau negara2 Eropa lainnya.
Lalu si orang Italia tadi menjawab, “Indonesia. Saya sangat terkesan dengan danau tiga warna. Saya juga pernah menyelam di Bunaken. Luar biasa cantik! Tidak ada tandingannya!”
“Oh… saya orang Indonesia. Saya asli orang sana,” bales suami dengan bangga (hehe…)
Pas suami sudah di rumah dan menceritakan itu pada saya, suami bilang begini:
“Aku malu. Ngakunya orang Indonesia. Tapi malah belum pernah ke sana. Aku malah gak tahu kalau ada danau 3 warna di Indonesia. Orang lain yang bukan siapa2, malah lebih mengenal dan mengagumi negeri kita. Semoga, suatu saat nanti kita bisa berkunjung ke tempat2 cantik di Indonesia. Biar Indonesia tidak hanya dekat di mata, tapi juga dekat di hati kita.”
#Loveindonesia #Indonesiabersyukur #goodnewsfromindonesia