admin
admin

Yeyy.. Buku Terbitan Penerbit Pena Nusantara masuk sebagai Finalis Favorite Book dalam Readerโ€™s Choice Awards 2020, loh.

Berimajinasi dan fantasi adalah hak setiap creator. Pena Nusantara memfasilitasi para penulis fantasi untuk tetap idealis dengan imajinasi dan fantasinya.

Dukung penulis indie kami, Jasmine Cha dengan karyanya Alea and The Forgotten Empire di untuk mendapatkan award novel fantasi favorit di PNFI Readersโ€™ Choice Award 2020.

Vote sebelum 30 Desember 2020 untuk menunjukkan dukungan kamu bahwa siapapun berhak berimajinasi dan berfantasi.

Ingin menerbitkan buku juga? Langsung saja hubungi kami, ya. Sudah berpengalaman lebih dari 10 tahun.

Tak Ketularan – Seorang Wanita Hokkaido Tidak Ketularan COVID19 Walaupun Serumah dengan Suami yang Sakit

TAK KETULARAN – Seorang wanita yang tinggal di Hokkaido tidak ketularan Covid-19 kendati suaminya terkena infeksi. Ia menuliskan pengalamannya tinggal di satu rumah selama empat hari bersama suami yang sakit di Twitter.

Suaminya itu tertular Covid-19 dari rekan kerjanya. Segera ketika pulang ke rumah, suaminya mengisolasi diri di dalam kamar, terpisah dari keluarga lainnya.

Perempuan itu kemudian meminta tolong ibunya yang tinggal tak jauh dari rumahnya untuk beli alkohol, sarung tangan karet, piring kertas, sumpit sekali pakai dan disinfektan. Sehabis suaminya memakai toilet, ia membersihkan pintu dengan disinfektan.

Lalu ia sering membuka jendela agar sirkulasi udara lancar. Sang suami makan memakai peralatan makan sekali pakai. Begitu selesai makan, peralatan makan itu ditaruh di dalam plastik tempat sampah.

Hasil dari kerja kerasnya, si istri bersama anaknya yang berusia satu tahun tidak tertular Covid-19.

Tindakan ibu muda ini mendapat pujian dari masyarakat dan para ahli di Jepang.

Ingin ikut study tour ke Jepang dengan biaya murah tapi tidak murahan? Kepoin yuk study tour Saleha Juliandi Creative

(Sumber Artikel : Halo Jepang. Link Post)

GORILLA BUILDING

Kalau King Kong identik dengan bertengger di atas Empire State Building di New York City sambil memegang Ann Darrow di tangannya, di Jepang ada gorila raksasa muncul di atas gedung komersial tiga lantai di lingkungan Sangenjaya di Tokyo.

Bedanya gorila Sangenjaya ini memegang seorang siswi di tangan kanannya saat ia mengulurkan lengannya ke bawah dari atas gedung berwarna merah muda itu. Seorang gadis dengan rambut hitam dikuncir mengenakan gaun hijau dan tidak bersepatu.

Patung raksasa ini seolah menggambarkan bagaimana pemerintah Jepang sangat melindungi anak-anak di Jepang sehingga mereka mendapatkan hak kesehatan, keselamatan, dan pendidikan yang terbaik akibat jumlah kelahiran anak yang semakin menurun dari tahun ke tahun.

Pemandangan yang tidak biasa ini dikenal sebagai “Gorilla Building”. Bangunan ini berjarak kurang dari 10 menit berjalan kaki dari stasiun kereta Sangenjaya. Ada yang sudah pernah ketemu langsung dengan gorila ini?

Ingin study tour ke Jepang dengan biaya murah tapi tidak murahan? Kepoin yuk study tour Saleha Juliandi Creative

(Sumber : modifikasi dari KokoroNoTomo)

JEMBATAN ROLLERCOASTER

Jembatan Eshima Ohashi mungkin akan membuat pengemudi merasa jantungnya copot saat melewati jalanan yang dari jauh terlihat hampir vertikal seperti rollercoaster ini.

Jembatan ini lebarnya sekitar 1,5 km dan tingginya 44 meter, salah satu jembatan tertinggi di kelasnya di dunia, yang menghubungkan dua kota, Matsue dan Sakaiminato.

Pemandangan dari kedua ujung jembatan baik di sisi Prefektur Tottori maupun sisi Prefektur Shimane memperjelas kemiringan sebenarnya, oleh karena itu mendapat julukan jembatan rollercoaster karena memang terlihat sangat tinggi dan cukup curam.

Ingin ikut study tour ke Jepang dengan biaya murah tapi tidak murahan? Kepoin yuk study tour Saleha Juliandi Creative

(Sumber: KokoroNoTomo)

7 Fakta Unik Natto Si Makanan Ajaib, Nomor 6 Bikin Anda Terkejut

Jika Anda berkunjung ke Negeri Sakura, tak lengkap jika tidak berkulineran. Aneka macam masakan yang disajikan sungguh lezat dan sehat. Namun tahukan Anda jika Jepang memilki makanan tersehat di dunia? Ya, Natto namanya. Makanan tradisional Negeri Sakura ini dibuat dari fermentasi kedelai dengan bantuan bakteri Bacillus Subtilis.

Makanan ajaib ini kaya akan sumber probiotika dan protein yang baik bagi tubuh serta pencernaan. Pada jaman dahulu makanan ini merupakan sumber gizi yang paling utama setelah miso.

www.ny.us.emb-japan.go.jp
livejapan.com

Tak banyak yang menyukai makanan ini karena teksturnya yang lengket dan berbau menyengat.

Memegang prinsip hidup sehat makanan ini menjadi primadona di Jepang. Bahkan ada fakta-fakta unik dibalik makanan ajaib ini. Nah, tentunya Anda penasaran bukan? Yuk simak penjelasannya di bawah ini.

1. Kandungan gizi dan protein yang melimpah

Meski tampilan makanan ini terlihat tak sedap, namun jangan salah! Ternyata si biji kedelai fermentasi ini memiliki kandungan gizi yang melimpah, lho. Di dalam 100 gram natto terdapat protein, kalsium, zat besi, juga nol lemak jenuh. Makanan ini memiliki jumlah kalori yang ringan yakni, 212 kalori. Bagi Anda sedang menjalankan diet, makanan ini bagus pula dikonsumsi. Selain ini sangat baik bagi kesehatan pencernaan Anda.

2. Pembuatannya tidak disengaja

Konon makanan ini terbuat atas ketidaksengajaan. Dahulunya di masa Uesegi Kenshin, tahun 1500-an terjadi perang. Perang merata dan menyebar kemana-mana. Namun, ketika perang usai, kedelai-kedelai yang mereka simpan telah membusuk serta mengeluarkan lendir lengket saat diaduk.

Akan tetapi, karena persediaan makanan yang saat itu masih terbatas kedelai tersebut terpaksa dijadikan alternatif makanan untuk dikonsumsi. Ternyata, si kedelai ini memiliki tekstur rasa yang memikat di lidah mereka, dan akhirnya makanan ini tetap dikonsumsi hingga sekarang.

3. Paling pas disajikan saat sarapan

Kedelai fermentasi ini paling cocok disantap saat sarapan tiba. Biasanya cara menghidangkan makanan ini cukup sederhana. Yakni, dengan mencampur semangkuk nasi dengan natto yang ditambahkan kecap asin maupun telur mentah. Wah, Anda penasaran bukan bagaimana rasanya?

Penasaran dengan rasa natto ini? Nah, Anda bisa ke Jepang melalui Saleha Juliandi Creative Tour. Tur yang diprakarsai oleh penulis buku “Pendidikan Anak ala Jepang” ini populer dengan tur yang amanah, jujur, dan berpengalaman.

Tak hanya itu, Tur ini juga sangat ramah muslim. Karena peserta muslimnya akan difasilitasi serta dipandu dalam memilih makanan halal serta disediakan waktu untuk sholat.

Apalagi biayanya terjangkau dan dapat dicicil tanpa bunga? Wah… tentunya ini agen travel yang recomended banget ya! Kapan lagi, fasilitas lengkap dengan waktu sholat yang kadang kita terburu-buru untuk melakukannya? Harga terjangkau serta telah berpengalaman bertahun-tahun!

4. Natto memiliki haters

Fakta unik ke-4 ialah tidak semua orang menyukai makanan ini. Meski memiliki kandungan gizi melimpah, faktor bau yang menyengat membuat natto mempunyai haters. Namun, seiring berkembangnya jaman, natto yang dipasarkan di Jepang kian banyak yang tidak berbau. Sehingga hal ini merupakan kabar baik bagi yang tidak suka mengonsumsi makanan ajaib ini karena aromanya.

5. Menghasilkan enzim nattokinase

Nattokinase ialah suatu enzim (protein yang dapat mempercepat reaksi biokimia).  Terkandung dalam fermentasi kedelai yang biasa disebut Natto. Uniknya lagi, Anda tidak akan menjumpai nattokinase ini pada makanan kedelai selain natto. Tahukah Anda, makanan ini juga telah digunakan sebagai obat tradisional untuk penyakit jantung serta sistem peredaran darah ( penyakit kardiovaskular ) bahkan lebih dari ratusan tahun lamanya. Selain itu natto juga dapat berfungsi melarutkan gumpalan-gumpalan darah.

6. Natto jadi produk Saingan keju di Jepang

Bagi Anda penyuka keju, tentunya makanan ini adalah makanan terlezat didunia. Tapi, tunggu

s3.amazonaws.com

dulu ternyata si kecil natto ini merupakan pesaing berat si keju nan lezat itu, lho. Wah, kenapa begitu ya?

Ternyata alasannya banyak produsen di Jepang yang menganggap produksi natto ini merupakan cara terbaik guna mencegah berkembangnya produksi keju. Tentunya diimbangi dengan menghadirkan dan memperbanyak aneka kreasi serta inovasi pada natto.

7. Natto disebut-sebut dapat mencegah penyakit alzheimer

Tak banyak yang tahu, jika Natto ternyata mampu mencegah penyakit Alzheimer (pikun). Makanan yang memiliki kandungan zat besi, kalsium, magnesium, protein, kalium dan vitamin lainnya. Proses fermentasi kedelai inilah yang membuat olahan makanan ini mengandung banyak bakteri basilus yang faktanya baik untuk otak. Bahkan, banyak lagi fungsi kesehatan lainnya, lho!

Nah, itu dia 7 fakta unik, natto si makanan ajaib. Bagaimana menurut Anda, yakin tak mau coba? Yuk, kunjungi info lengkapnya di Saleha Juliandi Creative Tour, dapatkan beragam info menarik lainnya!

Penulis : Tiara Ispandrini

KE JEPANG HANYA 10 JUTA

Kapan lagi kalau bukan bersama Saleha Juliandi Creative?? Biaya sudah include Tiket Pesawat PP, Hotel, Guide berbahasa Indonesia, Sopir kendaraan privat, Sewa kendaraan, Bensin, Tol, Parkir kendaraan, Tiket Kereta, Tiket Masuk Obyek Wisata, Colokan (Adaptor) Listrik Jepang, Konsultan makanan halal, dan Pajak. Apalagi…biaya bisa dicicil 12x tanpa bunga. Buat kamu yang mau bergabung jadi reseller atau bawa peserta lain, bisa dapatin laba 500.000 per orang. Penyelanggara Amanah dan Berpengalaman sudah memberangkatkan banyak rombongan. Dijamin paling Murah!
FB: Saleha Juliandi
IG: @salehajuliandi
www.salehajuliandi.com
WA: 085771860444

Status Facebook 2 September 2017

Tulisan ini pernah dipublish di FB:



Memiliki kesempatan besar mengunjungi Direktorat Reseach & inovasi dari Universitas Pertanian Bogor (IPB), kamis lalu. Kami membahas tentang “monozukuri”, budaya industri jepang bekerja, dan bagaimana menerapkan konsep ini untuk memberdayakan industri nasional Indonesia yang diawasi oleh IPB.
Buku tentang monozukuri ditulis oleh Profesional Indonesia (Enjinia Nusantara) di jepang disumbangkan, dan hangat diterima oleh Prof. Dr. Iskandar Siregar, direktur.
Berharap ini akan menjadi langkah ke-1 UNTUK KARYA KOLABORASI UNTUK PERBAIKAN INDONESIA

Status Facebook 16 September 2017

Tulisan ini pernah dipublish di FB Saleha Juliandi:https:


 

Kekhawatiran ini sudah semakin menjadi. Kemarin saya bertemu anak yang mengendarai motor boncengan bertiga. Dari postur tubuhnya, saya duga si anak duduk di bangku 6 SD. Anak yang berbadan kecil DAN tanpa helm itu, memboncengkan ibunya yang lumayan gendut badannya😢. Di bagian tengah, duduk anak lain berusia sekitar 10 tahun. Karena terjatuh dan mengenai mobil yang ada di depan kami, akhirnya kami ikut berhenti. Untung saja tidak ada yang terluka parah. Pikir saya, hal tsb kesempatan baik untuk menyadarkan si ibu. Saya ingatkan baik2 ibu tersebut atas bahaya anak di bawah umur mengendarai motor. Tapi sayang, sang ibu malah menyalak.

“Apa urusan lo, mbak.. Ini anak, anak gue. Motor, motor gue. Mau jatuh, mau benjol, gue berobat pake duit gue. Gak pake duit elo.”😭🙈
Ya Allah, saya merasa sedih sekali mendengarnya. Seorang ibu, tega berkata demikian dan terkesan sangat tidak peduli telah membahayakan keselamatan anaknya. Juga sudah membahayakan nyawa orang lain.
Semoga petisi ini (http://chn.ge/2ak7d7L) bukan sekedar menjadi wacana atau usulan. Semoga benar2 bisa didengar pemerintah sehingga dapat meningkatkan kepedulian orangtua (wali).
Foto: Another coverage from TV Media about the petition.#nodrivingunderage17
Salam hangat,
Saleha Juliandi

Status Facebook 16 September 2017

Tulisan ini pernah dipublish di FB Saleha Juliandi:https:
Koleksi lain pertunjukan anak-anak SD Jepang. Kok jadi berasa ketemu langsung dengan Mas Tom ya๐Ÿ˜Š

—-
Berikut beberapa poin penting yang saya suka dan disukai oleh seluruh peserta tur edukasi Jepang terhadap pertunjukan anak-anak di Jepang:
– Sederhana: TANPA make up, namun TOTAL dalam menyuguhkan kualitas pertunjukan (mereka hanya mengenakan seragam sekolah yang biasa dipakai sehari-hari). Kalaupun ada kostum yang dikenakan, mereka membuat sendiri kostumnya.
– SEMUA anak mendapatkan peran. Bukan hanya anak yang berprestasi saja yang boleh manggung. Anak dengan prestasi akademik terburuk pun tetap ikut manggung. Sehingga tidak ada anak yang merasa paling hebat, tidak ada juga anak yang merasa tersisihkan. Bahkan, ABK (anak berkebutuhan khusus) termasuk anak autis juga mendapat peran di panggunv.
– Anak2 lain yang menonton sangat tenang menyaksikan pertunjukan (tidak berisik sendiri). Ini menunjukkan bahwa mereka sangat menghormati sebuah karya dan jerih payah orang yang telah berlatih keras.
– lagu2 yang dibawakan dalam pentas seni umumnya mengandung pembelajaran dan menyampaikan pesan-pesan moral. Pada video sebelumnya mereka memainkan musik dan bernyanyi bersama tentang semangat bekerja. “Hatarake… Hatarake… (Bekerjalah… Bekerjalah…)”๐Ÿ’ช๐Ÿผ. Intinya anak-anak di Jepang tidak diajarkan menyanyi lagu cinta-cintaan๐Ÿ™ˆ.
-Murid-murid memiliki andil sangat besar dalam pertunjukan. Mereka saling bahu-membahu mempersiapkan hal-hal yang menunjang keberhasilan pertunjukan. Guru kesenian hanya sekali-kali memberikan bantuan. Selama pertunjukan berlangsung, saya speechless. Dalam hati, saya bolak-balik bilang, “gilak ! Ini sih keren abis”๐Ÿ˜. Para murid mengganti setting-an panggung pertunjukan sesuai tema dengan gerakan yang sangat cepat tapi gak berantakan (status dari peserta tur, MbaAida Ulya Yuzaima๐Ÿ˜˜)
-Mereka lebih mengutamakan kualitas pertunjukan dibandingkan “penampakan”. Panggung pertunjukan diisi oleh barisan anak-anak dengan kostum seragam sekolah. No need riasan atau kostum menawan. Dengan kesederhanaannya, mereka tetap dapat menyajikan pertunjukan yang sangat memukau๐Ÿ‘(status dari peserta tur, Mba Aida).
-Para penonton terlihat sangat tertib dan tenang selama pertunjukan berlangsung. Kalau ada siswa yang datang terlambat, mereka akan bergabung dengan berjalan merunduk sehingga tidak menghalangi pandangan penonton lain. Orang Jepang sangat terkenal menghargai dan menjaga kenyamanan orang lain (status dari peserta tur, Mba Aida๐Ÿ˜˜).
-Kepala sekolah beserta guru-guru lainnya tidak diberikan tempat khusus, di area paling depan pertunjukan. Lagi-lagi ini membuat kami semakin respek. Mereka semua berdiri di belakang area pertunjukan, tidak jauh dari tempat kami berkumpul. Bahkan ketika harus memberikan sambutan, Kepala Sekolah sedikit berlari kecil untuk bisa sampai podium sehingga menghemat waktu dan anak-anak tidak menunggu lama๐Ÿƒ๐Ÿป(status dari peserta tur, Mba Aida).
-Oleh karena ini farewell-nya anak kelas 6, maka isi dari pertunjukan sarat dengan pesan-pesan positif untuk adik-adik kelas. Sebagai kakak, mereka mengingatkan agar adik-adiknya terus semangat dalam menuntut ilmu dan mengejar cita-citanya. How sweet๐Ÿ˜(status dari peserta tur, Mba Aida).

Status Facebook 20 September 2017

Tulisan ini pernah dipublish di FB Saleha Juliandi:https:https://goo.gl/97SWrV


Alhamdulillah hotel untuk para peserta Tur Edukasi Jepang November 2017 sudah dibooking semua. Yang mulanya kami janjikan hotel sekamar berdua, akhirnya kami berikan fasilitas di atas yang kami janjikan. Hotel kami pesankan masing-masing 1 kamar. Tersedia juga onsen (hotspring ala Jepang) di hotel yang mulanya tidak kami janjikan dalam itinerary.
Intinya sih prinsip kami kalau jualan: mending ngomong pahitnya dulu. Bukan ngomong manis di depan dan akhirnya mengecewakan di belakang.

Seperti pada Tur Edukasi periode Februari 2017. Kami saat berjualan tidak menjanjikan akan mengantar rombongan ke lokasi bersalju. Tapi ketika sampai di Jepang, peserta mengatakan “ingin lihat salju”. Maka perjalanan kami revisi menuju lokasi yang penuh salju- tanpa tambah biaya. Padahal pada syarat dan ketentuan awal, kami sebutkan apabila merubah itinerary akan dikenai biaya upgrade.
Pada Tur Edukasi Jepang periode November 2017 pun kami memaksimalkan ikhtiar, agar kami bisa memberikan yang terbaik bagi peserta. Semoga diberikan kelancaran hingga proses keberangkatan dan kepulangan.
🌸🌸🌸Bagi yang ingin bergabung grup tour November 2017, masih tersisa 1 seat. Terbuka juga kesempatan bagi reseller🌸🌸🌸
Foto: hotel Tur Edukasi periode November 2017.
===
*Minggu-minggu yang super padat. Antara, Tur Edukasi November 2017, dan revisi buku dari penerbit.
Kata orang tua, “Kalau kamu sibuk (dengan urusan positif), maka kamu tidak akan punya waktu memikirkan omongan buruk orang lain tentangmu.”