Tag: turedukasijepang

Status Facebook 20 September 2017

Tulisan ini pernah dipublish di FB Saleha Juliandi:https:https://goo.gl/97SWrV


Alhamdulillah hotel untuk para peserta Tur Edukasi Jepang November 2017 sudah dibooking semua. Yang mulanya kami janjikan hotel sekamar berdua, akhirnya kami berikan fasilitas di atas yang kami janjikan. Hotel kami pesankan masing-masing 1 kamar. Tersedia juga onsen (hotspring ala Jepang) di hotel yang mulanya tidak kami janjikan dalam itinerary.
Intinya sih prinsip kami kalau jualan: mending ngomong pahitnya dulu. Bukan ngomong manis di depan dan akhirnya mengecewakan di belakang.

Seperti pada Tur Edukasi periode Februari 2017. Kami saat berjualan tidak menjanjikan akan mengantar rombongan ke lokasi bersalju. Tapi ketika sampai di Jepang, peserta mengatakan “ingin lihat salju”. Maka perjalanan kami revisi menuju lokasi yang penuh salju- tanpa tambah biaya. Padahal pada syarat dan ketentuan awal, kami sebutkan apabila merubah itinerary akan dikenai biaya upgrade.
Pada Tur Edukasi Jepang periode November 2017 pun kami memaksimalkan ikhtiar, agar kami bisa memberikan yang terbaik bagi peserta. Semoga diberikan kelancaran hingga proses keberangkatan dan kepulangan.
🌸🌸🌸Bagi yang ingin bergabung grup tour November 2017, masih tersisa 1 seat. Terbuka juga kesempatan bagi reseller🌸🌸🌸
Foto: hotel Tur Edukasi periode November 2017.
===
*Minggu-minggu yang super padat. Antara, Tur Edukasi November 2017, dan revisi buku dari penerbit.
Kata orang tua, “Kalau kamu sibuk (dengan urusan positif), maka kamu tidak akan punya waktu memikirkan omongan buruk orang lain tentangmu.”

Status Facebook 24 September 2017

Tulisan ini pernah dipublish di FB Saleha Juliandi:https:


~Flying with Garuda Indonesia~


Berbeda dengan TUR EDUKASI JEPANG periode Februari 2017 yang terbang bersama All Nippon Airways (ANA Airlines), tur periode November 2017 kami akan terbang bersama Garuda Indonesia – dengan perjalanan DIRECT (tanpa transit). Selama terbang peserta juga mendapatkan snack serta makan berat yang lezat.. (kalau masalah kelezatan ini, saya baru mendapat ceritanya dari suami yang sudah beberapa kali naik Garuda ke luar negeri).
Seperti yang pernah saya posting pada postingan sebelumnya tentang Penginapan, di sini pun saya ingin sampaikan lagi bahwa prinsip kami dalam berbisnis tidak ingin menjanjikan yang muluk-muluk di awal kepada pembeli. Mending bicara yang terburuk (seadanya), daripada menjanjikan muluk-muluk tapi hasilnya buruk (ala kadarnya).
Termasuk mengenai pesawat. Sejak awal kami juga tidak pernah menjanjikan kepada Pembeli Paket Tur tentang pesawat DIRECT yang harganya 2x lipat lebih mahal dari penerbangan dengan transit.
Dengan ikhtiar dan doa maksimal yang kami tempuh, alhamdulillah kami bisa memberikan pesawat TOP INDONESIA secara DIRECT seharga 12 juta walau budget yang disetorkan peserta kepada kami hanya 5 juta.
Profil Garuda Indonesia pun sangat baik. Maskapai Indonesia ini mendapat berbagai penghargaan internasional dari Skytrax berupa Worlds Best Cabin crew 2017, Worlds Top Ten Airlines 2017, dan Worlds Best Economy Class.
Kepuasan kami bukan lah mencari keuntungan sebanyak-banyaknya, tapi mencari kepuasan pelanggan sebaik-baiknya. Jadi jangan ditanya berapa keuntungan (laba) yang kami peroleh dari usaha tur ini. Karena jawabannya “tidak sebesar agen-agen wisata lain”😊. Yang penting alhamdulillah bisa barokah.
Tolak ukur terhadap keberhasilan kami bukan lah banyaknya laba, melainkan kepuasan pelanggan. Kebarokahan itu datang atas ijin Allah. Dan ijin Allah tersebut ada jika kita tidak merugikan orang lain. Tidak menyusahkan orang lain.
—-
Saat akan meninggalkan Jepang setelah 6 tahun menetap di sana bersama keluarga, saat itu saya berurai air mata. Dalam hati bertanya-tanya, “Bisa gak yah suatu saat aku ke sini lagi.” Jepang sudah seperti negara kedua bagi saya. Terlalu banyak kenangan indah dan buruk di negara tersebut. Jadi, kembali ke Jepang seperti kembali ke kampung halaman.
Tapi, waktu itu saya pasrah dan hanya bisa berharap ada keajaiban dari Allah (mengingat suami seorang PNS dengan 4 anak. Tahu sendiri kan gaji PNS berapa hehe…. Kayaknya untuk membiayai istri ke Jepang suami harus pikir-pikir dalam dan nabung berbulan-bulan atau bertahun-tahun ?? Hehe😊).
Sekali lagi alhamdulillah, TUR EDUKASI JEPANG periode November 2017 nanti insyaaAllah menjadi kedua kalinya saya mengunjungi Jepang tanpa biaya dari suami. Bahkan bisa dikatakan gratis🌸. Keajaiban Allah itu ada, kalau kita berusaha.
Info TUR dan Reseller:
(SMS/WA): 085-771-860-444 (Laily) atau 085-771-673-538 (Deka Amalia Ridwan– Writing Travel)

Status Facebook 19 Februari 2017

Tulisan ini pernah dipublish di FB Saleha Juliandi:https://goo.gl/aR5w98


SD
~Oleh-Oleh dari Jepang untuk Indonesia~
Kami ke Jepang bukan hanya untuk bersenang2 dan mencari keuntungan semata. Tapi ada misi dan visi yang sangat kuat kami pikul dalam membantu membangun karakter bangsa.
Kalau Indonesia ingin menjadi negara yang maju, maka ubahlah terlebih dulu karakter masyarakatnya. Untuk mengubah karakter masyarakat sebuah bangsa, maka mulailah membentuk karakter tersebut sejak mereka masih anak-anak.
Foto di bawah adalah oleh-oleh kami dari Jepang. Pesan dari anak-anak Jepang untuk anak-anak Indonesia. Pesan sederhana yang merupakan kunci dasar kesuksesan sebuah negara.
– Jagalah Kebersihan
– Mengantrilah dengan Benar
– Jagalah Fasilitas Umum
– Taatilah Peraturan
– Jagalah Kedisiplinan
– Cintailah Alam dan Makhluk Hidup Lain
– Gunakan Waktumu untuk Aktivitas yang Produktif
Kalau Jepang saja bisa, Indonesia pun pasti Bisa! Tergantung dari kemauan keras dalam mewujudkannya.
Silakan dishare jika dianggap penting

Jika tulisannya kurang jelas terbaca, bisa diperbesar gambarnya😊
——
Jangan lewatkan Tur Jepang Murah Tapi Gak Asal Murahan bersama kami. Atau dapatkan Produk-Produk Best Seller kami.

Status Facebook 18 Mei 2017

Tulisan ini pernah dipublish di FB Saleha Juliandi:


salehajuliandiSudah kangen ingin ke Jepang lagi. Selain ingin kembali mempelajari budaya positif mereka, yang tidak kalah seru karena ingin belanja di toko secondhand lagi (hehe…)
Masyarakat Jepang sangat terkenal dengan pribadi yang sangat menjaga dan merawat barang. Sehingga walaupun telah mendapat predikat “barang bekas”, tapi kualitasnya masih OK. Barang-barang tersebut mereka jual biasanya bukan karena alasan rusak tapi biasanya karena alasan lain seperti ingin pindah rumah, ingin menyortir barang lama agar tidak memenuhi rumah, karena telah memiliki barang yang baru, karena bosan, atau alasan lain.
Kacamata hitam yang saya kenakan pada foto bermerk PRADA, harga barunya sekitar 4 jutaan rupiah. Di toko secondhand ini hanya saya beli dengan harga Rp. 300,000. Awalnya 3,500 yen atau sekitar Rp. 350,000. Saya tawar dengan nada melas, akhirnya dikasih hehe.
Sweater coklat muda yg saya kenakan saat kencan dengan suami juga barang secondhand Jepang, loh.. (Duh blak-blakan banget nih jadinya😁). Sweater tersebut hanya saya beli seharga Rp. 20,000 padahal tanpa cacat sedikit pun.
Daan… Coat yang beberapa waktu lalu ditaksir oleh banyak teman saat saya upload foto dengan coat yang sama, hanya saya beli dengan harga Rp. 70,000. Saya searching2, harga barunya sekitar 3 juta rupiah. Bukan hanya teman2 yang naksir dgn coat tersebut. Saya pun sukaa dengan coat tersebut. Sama sekali tidak terlihat barang bekas dan saya tidak menemukan cacat sedikit pun pada coat tersebut.
InsyaaAllah kami beserta rombongan tur akan kembali ke Jepang akhir tahun ini. Selain kunjungan ke sekolah dan daycare di Jepang, Toko Secondhand terbesar dan terlengkap menjadi salah satu prioritas kunjungan kami.
Siapa sih yang tidak mau barang bagus dengan harga sangat murah? Untuk tampil menarik, tentu tidak harus yang mahal, bukan?😊
Berhemat lah untuk kebutuhan benda-benda mewah dan non produktif. Sementara itu, jangan ragu berinvestasi sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan ilmu dan celengan di akherat👍🏼
Ingin bergabung dengan tur kami? Hubungi : salehajuliandi.secretary@gmail.com
—–
Jangan lewatkan Tur Jepang Murah Tapi Gak Asal Murahan bersama kami. Atau dapatkan Produk-Produk Best Seller kami.