Category: Artikel dan Berita

Tips Menulis Buku Ketrampilan

Oleh: Dwi Rahmawati
Punya keahlian berkreasi dengan barang bekas, dan kertas? Anda punya keterampilan dan ingin membukukannya? Yuk, menulis buku keterampilan yang berisi tutorial cara membuat aneka kreasi tersebut. Saya yakin anda pasti bisa. Melalui tulisan ini, saya ingin berbagi pengalaman menulis buku keterampilan.
Ini pengalaman saya setahun yang lalu saat ada sebuah agensi naskah mencari penulis buku keterampilan origami. Bermodal keberanian saya pun mengikuti audisi tersebut. Setelah bersaing ketat bersama puluhan outline, akhirnya proposal saya yang disetujui. Senang rasanya, dan buku ituadalah buku keterampilan origami pertama saya.
Yang saya lakukan untuk menyusun buku keterampilan tersebut, adalah

1. Mencari referensi

Cari referensi ke toko buku atau melalui internet, kemudian lakukan survei apakah sudah ada buku keterampilan serupa. Kalaupun sudah ada, modifikasi kreasi yang akan dibuat agar berbeda dengan buku-buku yang sudah terbit tersebut. Pelajari format penyajian kreasi mulai dari pendahuluan, alat dan bahan, dan langkah-langkah pembuatan kreasi.
2. Membuat konsep kreasi
Mulailah mengonsep buku kreasi yang akan hendak anda tulis. Umumnya satu buku keterampilan berisi 20 kreasi, namun ada juga yang berisi 30 kreasi, tergantung keinginan penerbit.
3. Mengumpulkan alat dan bahan
Pilih dan gunakan alat dan bahan yang mudah didapat untuk memudahkan pembaca buku mempraktikkan isi buku. Bila perlu lampirkan kertas origami dalam buku Anda sebagai bonus untuk pembeli buku.
4. Membuat sampel kreasi
Buat contoh kreasi yang akan dibukukan, dan potret hasil yang sudah jadi untuk dilampirkan di daftar isi.
5. Membuat proposal naskah
Isinya;

Judul buku
Penulis
Sasaran pembaca
Perkiraan jumlah halaman
Deskripsi tentang buku
Kelebihan buku sehingga pembaca ingin membelinya
Daftar isi (daftar nama kreasi yang akan anda buat tambahkan foto kreasi yang sudah jadi tadi)

Segera kirim proposal naskah ke penerbit buku keterampilan yang hendak dituju. Sambil menunggu jawaban, Anda bisa mulai mengerjakan kreasi tersebut sehingga bila naskah disetujui, anda tinggal mengirimkannya.
Pastikan sahabat memiliki kamera untuk memotret langkah-langkah melipat origami. Dan mulailah memotret alat dan bahan yang akan digunakan, kemudian langkah-langkah pembuatan, dan produk jadi.
Saya memotret setiap langkah saat melipat origami mulai dari langkah awal hingga kertas origami menjadi bentuk kreasi yang diinginkan. Produk jadi kemudian difoto kembali di sesi akhir. Proses pembuatan yang dibarengi pemotretan membuat waktu pengerjaan memakan waktu yang lama.
Meski langkah-langkah menyusun buku keterampilan cukup rumit, namun menurut saya buku ini lebih mudah dikerjakan dari pada menulis buku cerita untuk anak yang harus bekerjasama dengan ilustrator.
Anda tertarik untuk mencobanya? Yuk, menulis buku keterampilan.

LOMBA MENULIS KISAH INSPIRATIF MENYAMBUT HARI ANAK NASIONAL OLEH PENERBIT PENA NUSANTARA DAN BUKUTANG.

Bahagia, ceria, lincah, penuh semangat identik dengan dunia anak. Setiap dari kita memiliki kenangan dan kisah pada masa kanak-kanak, mulai dari hal-hal menyebalkan hingga paling membanggakan. Dari yang membosankan hingga menjadi sebuah impian.
Dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional, kami mengajak kalian untuk menceritakan kisah inspiratif yang melibatkan pengalaman pribadi kalian saat masih kecil dulu. Bisa juga menceritakan tentang kisah teman kalian saat masih kecil yang sampai sekarang masih selalu diingat karena sangat menginspirasi. Boleh juga kisah yang menyedihkan asal ada nilai positif, penyemangat dan juga mengesankan. Kisah ini harus based on true story yaa…
A. SYARAT DAN KETENTUAN LOMBA:
1. Peserta terbuka untuk umum.
2. Peserta hanya boleh mengirimkan satu kisah inspiratif.
3. Naskah berupa kisah nyata (Based on True Story). Boleh pengalaman pribadi ataupun pengalaman orang lain.
4. Registrasikan diri dengan cara memention/membagikan/men-tag info lomba ini ke FB Saleha Juliandi dan 10 teman kamu di FB.
FB Saleha Juliandi: (www.facebook.com/saleha.juliandi)
NOTE: Mohon maaf  FB Saleha Juliandi sudah FULL, sehingga cukup dengan memfollow FB tersebut, kalian tetap bisa memention-nya.
5. Jika tidak memiliki akun di FB, bisa memention melalui twitter @salehajuliandi, @Pena_Nusantara, atau @Bukutang
6. Format Naskah: Tebal minimal 10 halaman, maksimal 12 halaman (Biodata tidak dihitung), Ukuran kertas A4, TNR 12, spasi 1.5, Paragraf rata kanan kiri (Justified), margin 3-3-3-3, Naskah diketik di MS. Word 2007.
7. Naskah merupakan karya asli, bukan saduran/jiplakan, dan belum pernah dipublikasikan lewat media manapun serta tidak sedang diikutkan pada lomba lainnya.
8. Tulisan tidak mengandung pesimisme terhadap Indonesia, tidak mengandung SARA, pornoliterasi, atau melanggar hukum.
9. Sertakan biodata dalam bentuk narasi maksimal 75 kata di akhir naskah. Biodata tersebut minimal memuat informasi tentang Nama Asli, Nama Pena, Nama Facebook dan Twitter, dan Email.
10. Berilah nama file naskah yang kalian ikutsertakan dalam lomba ini dengan :
NAMA FACEBOOK+JUDUL NASKAH. Contoh: DIERA ALAMANDA+DUNIAKU NYATA.
11. Naskah lomba dikirim dalam attachment ke email pnb.kisahkita@gmail.com (bukan dibadan email) dengan subyek email “KISAH INSPIRATIFKU”.
12. Ikuti update dan pengumuman lomba melalui :
– Grup FB Pena Nusantara (https://www.facebook.com/groups/penanusantara/)
– Grup FB https://www.facebook.com/groups/MenulisBersamaPenaIlusi
– Fanpage Pena Nusantara (www.facebook.com/PENERBITPENANUSANTARA).
13. Deadline pengiriman naskah: 23 Juli 2014 pukul 23:59 WIB.
==========
B. UNSUR PENILAIAN:
1.Keunikan dan kreativitas ide cerita
2.Alur cerita tidak membosankan
3.Cerita mampu menginspirasi atau menjadi motivator bagi pembaca.
C. TAHAP SELEKSI DAN PENGUMUMAN:
-Seleksi tahap 1 : Diumumkan pada tanggal 23 Agustus 2014. Akan dipilih 10 semifinalis.
-Seleksi tahap 2 : Dari 10 semifinalis tersebut akan dipilih 5 finalis terbaik.
Seluruh naskah semifinalis dan finalis akan dibukukan dalam 1 buku yang sama.
Buku akan diterbitkan secara mayor atau indie, tergantung kualitas naskah yang masuk. Penerbit berhak menentukan jalur penerbitan yang dipilih.
===========
D. REWARD:
5 SEMIFINALIS:

**Jika diterbitkan secara Mayor:

– setiap semifinalis mendapatkan 3 eksemplar buku gratis sebagai bukti terbit

– E-Sertifikat

– Diskon 15% atas pembelian buku sebagai ganti royalti

– Buku didistribusikan ke toko-toko buku besar di seluruh Indonesia. So pasti keren dan prestige 🙂

**Jika diterbitkan secara Indie:

– Tidak mendapatkan buku bukti terbit
– E-Sertifikat
– Diskon 15% atas pembelian buku sebagai ganti royalti
– Buku dijual online dan tersedia versi digitalnya (ebook) dengan distribusi internasional. Ini juga gak kalah keren 🙂
 
5 FINALIS:
**Jika diterbitkan secara Mayor:
– setiap finalis mendapatkan 6 eksemplar buku gratis sebagai bukti terbit
– E-Sertifikat
– Diskon 20% pembelian buku sebagai ganti royalti
–  Buku didistribusikan ke toko-toko buku besar di seluruh Indonesia. So pasti keren dan prestige 🙂
**Jika diterbitkan secara Indie:
– Setiap finalis mendapatkan 1 eksemplar buku gratis sebagai bukti terbit
– E-Sertifikat
– Diskon 20% pembelian buku sebagai ganti royalti
– Buku dijual online dan tersedia versi digitalnya (ebook) dengan distribusi internasional. Ini juga gak kalah keren 🙂
 
Kami tunggu ya… naskah-naskah kerennya!

MATI

Oleh: Saleha Juliandi
Dulu waktu akan pulang ke Indonesia, hampir semua barang/perabotan rumah kami berikan ke tetangga. Karena memang tidak mungkin dibawa ke Indonesia. Biaya kirimnya kurang lebih sama jika beli baru di Indonesia hehe.. Lagipula packing-nya ribet. Suami saya orangnya suka yang simpel, gak mau repot. Udah, kasih aja semua ke Brother Koseem, begitu katanya. Brother Koseem adalah tetangga kami dari Thailand. Kebetulan mereka belum lama tinggal di Jepang dan masih memerlukan banyak sekali perlengkapan rumah.
Dari sepedanya anak-anak (ada 2 sepeda), treadmill untuk olah raga, hiasan-hiasan rumah yang cantiiikk, piring-piring model Jepang, pengering pakaian, mesin cuci pakaian, mesin cuci piring, lemari2 pakaian, kulkas, tempat tidur, spring bed, meja, sofa, dll. Sebagian besar dari barang2 itu adalah barang kesayangan saya. Hehe… agak sedih juga karena tidak bisa membawanya pulang. Dan belum semua barang-barang itu sudah bisa kami miliki lagi sekarang (harus nabung lagi, hehe..). Terlebih lagi, nilai histori dari barang-barang tersebut tidak dapat tergantikan oleh materi apapun di dunia ini.
Yaa itulah yg namanya rejeki. Walaupun sudah kami miliki, kalau bukan lagi menjadi rejeki kami, akhirnya tetap saja harus rela kami lepaskan.
Dari kejadian itu, saya sedikit mendapatkan gambaran perasaan ketika mati. Bagaimana kita harus melepaskan SELURUH milik kita yang kita sayangi. Rela, tidak rela. Mau, tidak mau. Siap, tidak siap.

10 Naskah Pilihan Tahap 1 Lomba Cerpen Remaja Bertema Perempuan…Kamu Pasti Bisa!

1. Gluck Fraulein + Penaku bertemu Pena
2. Olifvia Monica + Bianca
3. Rokhmat Gioramadhita + WB (from Warga Belajar to be Wiyata Bhakti)
4. Trywulan Cahyani + Bermodal Mimpi Apapun Jadi
5. Jati Setyarini + Dari Putih Biru hingga ke Putih Abu-abu
6. Mei Wulandari + Perempuan Desa Bisa Menggapai Cita
7. Apie Gumilang + Jejak Sebatang Kara
8. Meykke Santoso + Selalu Ada Jalan Untuk Bulir-Bulir Mimpi
9. Rahmatul Husni + Dilema Kuliah dan Ujian di Titik Nadhir
10. Itta Raisah Fitriyani + Yang Berjuang Yang Menang
Selamat kepada seluruh semi finalis. E-sertifikat bisa diambil oleh seluruh semi finalis melalui email redaksi@penanusantara.com (an. Ibu Susi Alexa).
Selanjutnya, naskah akan diseleksi untuk tahap II, dimana naskah-naskah yang terpilih akan dibukukan.
Pengumuman tahap II (Final) akan diumumkan pada tanggal 21 Mei 2014.
Penulis akan dihubungi kembali jika ada hal-hal yang memerlukan konfirmasi, penambahan ataupun perbaikan naskah. Demikian dimohon kerjasamanya. Terimakasih untuk naskah yang masuk dan seluruh peserta yang telah berpartisipasi mengikuti lomba ini. Bagi yang belum beruntung di lomba ini, kami tunggu partisipasinya di lomba menulis berikutnya.
Mohon maaf jika ada hal-hal yang kurang berkenan atau kesalahan dalam penulisan nama peserta dan judul naskah.

Bersyukur: Depend on Perception?

Ditulis Oleh: Saleha Juliandi
Kalau diperhatikan, di ujung sana ada botol minuman mineral yg entah dibuang sengaja atau tidak sengaja masuk ke dalam kolam.
Bagi yang sedang lupa bersyukur, maka dia akan berkonsentrasi pada satu botol sampah itu untuk menggerutui dan menyimpulkan bahwa kolam itu kotor.
Tapi bagi yang sedang tidak lupa bersyukur, dia akan lebih berkonsentrasi terhadap bagian yang bersih. Sedangkan satu botol yg terbuang di sana sebagai cambuk/motivator untuk menjadi pribadi yg lebih baik lagi.
*Foto di ambil di Kebun Raya Bogor.

~ Dekat di Mata, Jauh di Hati ~

Sumber Cerita: Saleha Juliandi
Saat suami ke Jepang dua minggu yang lalu, dia berkenalan dengan teman baru asal Italia di laboratoriumnya. Dia ini, katanya bersemboyan hidup ingin menghabiskan hidupnya untuk berkelana ke seluruh dunia. Bekerja di laboratorium sebagai researcher hanya bertujuan ingin mengumpulkan uang saja. Setelah uang terkumpul, akan dia habiskan (lagi) untuk bertraveling mengelilingi dunia.
Saat suami saya bertanya, “Dari sekian banyak negara yg pernah kamu kunjungi, mana yang paling berkesan bagimu?”
Suami saya yakin bahwa jawabannya adalah Jepang, Inggris, Prancis, atau negara2 Eropa lainnya.
Lalu si orang Italia tadi menjawab, “Indonesia. Saya sangat terkesan dengan danau tiga warna. Saya juga pernah menyelam di Bunaken. Luar biasa cantik! Tidak ada tandingannya!”
“Oh… saya orang Indonesia. Saya asli orang sana,” bales suami dengan bangga (hehe…)
Pas suami sudah di rumah dan menceritakan itu pada saya, suami bilang begini:
“Aku malu. Ngakunya orang Indonesia. Tapi malah belum pernah ke sana. Aku malah gak tahu kalau ada danau 3 warna di Indonesia. Orang lain yang bukan siapa2, malah lebih mengenal dan mengagumi negeri kita. Semoga, suatu saat nanti kita bisa berkunjung ke tempat2 cantik di Indonesia. Biar Indonesia tidak hanya dekat di mata, tapi juga dekat di hati kita.”
#Loveindonesia #Indonesiabersyukur #goodnewsfromindonesia

~ Anti Kalimat Itu ~

Sumber Cerita: Saleha Juliandi
Beberapa bulan yang lalu, sebelum pulang ke tanah air, si sulung ketakutan. Dia BENAR-BENAR tidak mau pulang ke Indonesia. Takut nggak bisa ngikuti pelajaran di Indonesia yang katanya jauh lebih sulit ketimbang pelajaran di Jepang dan ketakutan2 lainnya.
“Aku nggak mau pulang ke Indonesia. Aku ntar gak bisa dan paling bodoh. Katanya pelajaran di Indonesia kan susah2.”
Hmm.. Saya paling nggak suka setiap dia bilang kalimat2 itu. Kalimat2 yg mengandung pesimisme dan ketidakpercayaan kepada Allah: GAK BISA, PALING BODOH, dan SUSAH. Bahkan kata “DUH” pun, saya tidak suka mendengarnya. Karena itu menggambarkan keluhan dan ragu atas kuasa-Nya.
Setiap dia bilang seperti itu, saya selalu membantahnya:
“Enggak, insyaaAllah BISA. GAK ADA yang susah. Semua MUDAH.”
Alhamdulillah.. Walau baru sekitar 3 bulan beradaptasi di Indonesia, hasil nilai UTS-nya cukup melegakan. Beberapa nilai UTS-nya di atas 80 dan 90 :). Walaupun pelajaran Bhs Sunda dan Bhs Inggris-nya sekitar 55, tapi kami sangat memaklumi. Itu sudah sangat bagus bagi kami. Krn dia sedang mengalami peralihan bahasa dan budaya yang luar biasa.
Saat baru saja tiba di Indonesia 3 bulan yg lalu, membaca huruf romaji saja dia masih sangat kesulitan. Karena selama di Jepang, dia hanya mengenal huruf kanji, katakana, dan hiragana. Bahasa yg digunakan sehari2 pun bahasa Jepang.
Setiap malam saya menemaninya belajar, ikut membacakan buku-bukunya dan mencarikan sumber2 lain dari internet. Alhamdulillah semua keletihan itu rasanya setimpal dengan hasilnya.
Tentu saya dan suami sama sekali tidak melihat besar kecilnya nilai tsb. Nilai itu hanya sebagai tolak ukur kami terhadap perkembangan si sulung dalam memahami pelajarannya di Indonesia.
Pada saat si sulung memberikan berkas2 uts-nya kpd saya, sangat berat saya menahan air mata agar tidak jatuh (tapi gagal, akhirnya jatuh juga hehe…). Dia langsung kebingungan pas melihat saya menyeka mata.
“Kenapa sih kok nangis..?” (Hehe..^^)
Saya hanya bilang begini padanya (sambil sok tegar :D):
“Nak, percaya kan dengan yg Bunda bilang selama ini? Jangan pernah TAKUT. Jangan pernah MERAGUKAN pertolongan Allah. JANGAN PERNAH berkata gak bisa, susah, atau apa saja yang jelek2. Karena setiap perkataan kita (entah itu sadar atau tidak sadar) akan menjadi doa kita kepada Allah. Hati2 dalam bicara. Perbanyak BERDOA, IKHTIAR, dan BERSYUKUR. InsyaaAllah Allah akan membukakan semua jalannya.”

~ Sukses ~

Sumber Cerita: Saleha Juliandi
Beberapa bulan yang lalu sebuah media muslimah Fahima di Jepang mewawancarai saya. Mereka mewawancarai tentang wirausaha (penerbitan) ini, yang saya dirikan sejak saya masih menetap di Jepang dulu.
Sejak wawancara tersebut, beberapa muslimah Indonesia yang tengah menetap di Jepang mengirimi saya email. Mereka mengaku bahwa sejak membaca artikel tersebut, termotivasi ingin mendirikan usaha juga dari jarak jauh. Alhamdulillah beberapa pebisnis muslimah Indonesia kini mulai bermunculan di negeri sakura :). Umumnya mereka adalah para ibu rumah tangga yang sedang menemani suami kuliah di sana.
Tidak hanya di Jepang, teman-teman di Indonesia dan negara lain pun rupanya ikut ter”kompori”. Kalau dulu saya mampu mendirikan dan mengelola penerbitan ini dari jarak jauh, mereka yang sedang di luar negeri pun saya yakin mampu. Apalagi bagi para wanita yang tinggal di tanah air. Pasti lebih mudah bagi mereka mengelola bisnisnya. Kalau saya bisa, pasti wanita lain pun bisa.
Saya senang sekali mendapatkan kabar-kabar gembira tersebut. Sukses bukan melulu soal materi. SUKSES adalah ketika kita tidak sibuk menyukseskan diri sendiri, tapi juga bisa menyukseskan orang lain.
Selamat atas bisnisnya, para Bunda… Semoga SUKSES. Mari kita tulari bunda-bunda lainnya.
———–
Artikel lengkap liputan oleh FAHIMA dapat dilihat pada link berikut:
http://www.fahima.org/en/artikel73/manajemen89/816-pengusaha-muslimah-di-negeri-rantau.html.

LOMBA MENULIS UNTUK REMAJA

Tema:
Perempuan…Kamu Pasti Bisa!
Mimpi, setiap dari kita memiliki mimpi. Mimpi yang hadir sering menjadi cambuk yang terus memanas, membuat kita ingin menggapai cita-cita.
Naah, dalam rangka memperingati Hari R.A. Kartini, kami ingin mengajak para remaja untuk menceritakan bagaimana kisah perjuangan dan perjalanan kalian dalam menggapai impian di era modern saat ini. Seperti R.A.Kartini yang akhirnya bisa mewujudkan impiannya.
Dalam lomba ini, kalian bisa menuliskan kisah tentang perjuangan kalian ketika berusaha masuk ke sekolah favorit, ketika menghadapi ujian, ketika tidak ada biaya sekolah, ketika berusaha menjadi panutan bagi adik di rumah maupun adik-adik kelas di sekolah, dan lain-lain.
Syarat dan Ketentuan Lomba:
1. Peserta laki-laki atau perempuan, usia 15 – 25 tahun.
2. Peserta hanya boleh mengirimkan satu kisah inspiratif.
3. Berupa kisah nyata (based on true story). Boleh pengalaman pribadi ataupun pengalaman orang lain.
4. Registrasikan diri dengan cara membagikan/men-tag lomba ini ke FB Saleha Juliandi (www.facebook.com/saleha.juliandi), FB Pena Nusantara (www.facebook.com/redaksipenanusantara), dan 10 teman kamu di Facebook.
5. Format Naskah: Tebal 15-18 halaman (Biodata tidak dihitung), Ukuran kertas A4, TNR 12, spasi 1.5, Paragraf rata kanan kiri (Justified), margin 3-3-3-3, Naskah diketik di MS. Word 2007.
6. Naskah merupakan karya asli, bukan saduran/jiplakan, dan belum pernah dipublikasikan lewat media manapun serta tidak sedang diikutkan pada lomba lainnya.
7. Tulisan tidak mengandung pesimisme terhadap Indonesia, tidak mengandung SARA, pornoliterasi, atau melanggar hukum.
8. Sertakan biodata dalam bentuk narasi maksimal 75 kata di akhir naskah. Biodata tersebut minimal memuat informasi tentang Nama Asli, Nama Pena, Nama Facebook, dan Email.
9. Berilah nama file naskah yang dilombakan dengan rumus: Nama Facebook+Judul Naskah. Contoh: Diera Alamanda+Tak Ada Biaya
10. Naskah lomba dikirimkan sebagai attachment ke email magnetkuw@yahoo.co.id dengan subyek email Perempuan, Kamu Pasti Bisa!. Kosongkan badan email.
11. Ikuti update dan pengumuman lomba melalui Grup FB Pena Nusantara (www.facebook.com/groups/penanusantara/) dan Fanpage Pena Nusantara (www.facebook.com/PENERBITPENANUSANTARA).
12. Deadline pengiriman naskah: 21 April 2014.
13. Pengumuman lomba: 21 Mei 2014.
Penilaian:
1.Keunikan dan kreativitas ide cerita
2.Alur cerita tidak membosankan
3.Cerita mampu menjadi motivator bagi para remaja
Reward:
Akan dipilih naskah-naskah terbaik untuk dibukukan. Jika naskah yang terkumpul memenuhi syarat penerbitan mayor, maka tidak menutup kemungkinan buku akan didistribusikan ke toko-toko buku besar di Indonesia. Masing-masing kontributor terpilih berhak mendapatkan 1 eksemplar buku terbit, E-sertifikat dan diskon 15% untuk setiap buku yang penulis pasarkan sebagai royalti. Di antara kontributor terpilih, akan dipilih satu kontributor dengan naskah paling menarik untuk mendapatkan hadiah buku-buku LARIS senilai Rp. 300.000 dari Pena Nusantara.
Kami tunggu ya… naskah-naskah kerennya!
Salam,
Gluck Fraulein (Koordinator Lomba)

Testimoni Buku: "Indonesia Bersyukur, Suatu Renungan dari Sebuah Buku"

Sumber Testimoni: http://sekedarcoretanbermakna.wordpress.com/2013/11/17/502/
(Tulisan asli, tidak diubah sedikitpun oleh tim redaksi Pena Nusantara)
Memulai tulisan ini izinkan saya menulis kutipan dari Aidh Al-Qurni, saya rasa kutipan ini sedikit mewakili isi dari buku ini, Orang yang tidak pernah memuji Allah atas nikmat air dingin yang bersih dan segar, maka ia akan lupa kepada-Nya jika mendapatkan istana yang indah, kendaraan yang mewah dan kebun-kebun yang penuh dengan buah-buahan ranum. Bagaimana anda mensyukuri yang banyak, jika mensyukuri yang sedikit saja tak mampu
Alangkah baiknnya bagi saya, anda dan kita semua untuk sejenak merenung, merenungi sudah seberapa besarkah syukur kita. Atau lebih spesifik lagi sudah berapa besarkah rasa Syukur kita dilahirkan sebagai orang indonesia, sehingga kelak sebagaimana yang ditulis di buku ini dengan bangga kita mengatakan tuhan izinkan aku mati di indonesia.
Buku ini sedikit bisa menjadi pemantik renungan kita untuk bersyukur akan keindonesiaan kita, buku ini juga bisa membuat kita melihat keindahan dibalik kejelekan yang selama ini kita dapatkan mengenaik negara tercinta, buku ini bisa menjadi penyeimbang dari berita-berita negatif mengenai bangsa ini yang hampir tiap hari kita temui baik ketika membaca koran, majalah, telivisi bahkan di media sosial seperti facebook dan twitter.
Buku ini adalah kumpulan tulisan-tulisan mengenai keunikan indonesia kalau boleh saya bilang. karena para penulisnnya, mampu mengambil hikmah yang mungkin hanya dimiliki oleh indonesia, dan hikmah itu berasal dari keunikan-keunikan itu sendiri.
Pritha khalida salah satu penulis misalnnya, mengingatkan dalam tulisannya di buku ini bahwa Indonesia sudah merdeka kawan, cobalah bangun dipagi hari lalu keluar rumah. Di negara ini, kita masih bisa menghirup udara segar. Oke, mungkin untuk kota-kota besar berpolusi. Tapi itukan masih jauh lebih bagus daripada mencium bau darah dari jenazah yang bergelimpangan di jalan seperti di jalur Gaza atau myanmar sana. memang harus diakui bahwa masih banyak yang perlu dibenahi dari negara ini, antara lain masalah korupsi yang merajalela sehingga memiskinkan banyak pihak dan menghambat pembangunan. Tapi tentu tidak serta merta kita dengan ini mita menafikan kemerdekaan negeri tercinta ini. ah saya rasa kita memang harus bersyukur karena kita hidup di negara yang lebih baik, kita juga tak harus merasa dibayang-bayangi apakah ketika kita di jalan, di kampus, di sekolah bahkan diimasjid akan ada pasukan militer yang menembaki atau membantai kita seperti saudara-saudara kita di suriah misalnya. Sekali lagi penulis mengajak kita untuk bersyur bahwa kita sudah merdeka.
Berikutnnya ada Saleha Juliandi dalam tulisannya mengajak kita bersyukur terhadapa karakter siap susah, siap melarat, siap hidup miskin Rakyat indonesia. Penulis mengutarakan pengalamannya ketika hidup di negeri sakura, bahwa masyarakat jepang memiliki budaya hidup yang sangat baik. Sekalipun itu tergantung individunya, tapi mayoritas orang jepang berprilaku baik. Ketika penulis bertanya kepada sensei (guru)nya tentang alasan mereka berprilaku demikian, sang guru mengatakan, mungkin, karena prinsipnnya adalah kami jangan sampai menganggu, menyusahkan dan merugikan orang lain.
Melalui prinsip yang telah mendarah daging itu bisa terlihat dikehidupan sehari-hari masyarakat jepang, tidak ada yang membuang sampah sembarangan, karena mereka sadar ketika membuang sampah sembarangan akan menganggu ketenangan orang lain, akan menyebabkan baun busuk, pemandangan yang kurang nyaman, banjir dan mengundang penyakit bagi orang lain. mereka rela mengantongi sampah sampai menemui tempat sampah. bahkan, penulis menceritakan jika mereka menumpahkan sedikit minuman atau remahan makanannya di lantai umum, mereka akan mengelap atau memungut satu persatu.
Sesempurna itukah jepang, penulis mengatakan, ..tak ada gading yang tak retak.., misalnnya, pada akhir tahun 2012, jepang kembali digemparkan dengan berita bunuh diri seorang remaja berusia 17 tahun, setelah sebelumnnya seorang anak berusia 13 tahun melompat dari apartemennya. Sementara ditingkatan dewasa aksi bunuh diri juga marak dilakukan. Padahal pemerintah jepang sudah menyediakan anggaran untuk menanggulangi aksi bunuh diri, baik itu dengan mengadakan penyuluhan atau dengan menjaga ketat tempat-tempat yang biasa digunakan untuk bunuhn diri. Tetapi, tetap saja aksi bunuh diri tetap marak di jepang.
Apa sih yang membuat mereka membunuh diri , menurut saleha di buku ini dari hasil penelitian, faktor untama pemacu bunuh diri di Jepang adalah stres akibat terlalu banyak tuntutan dalam pekerjaan, menganggur, tekanan psikologis, perselisihan, dan tidak adannya tujuan hidup yang jelas. Bagi mereka bunuh diri adalah jalan yang terhormat untuk keluar dari masalah.
Di eropa juga ketika krisis melanda eropa baru-baru ini, tingkat bunuh diri juga meningkat drastis. Mereka tidak kuat untuk hidup sederhan, tidak kuat dengan tekanan hidup, mereka terbiasa hidup manja.
Sementara kita (indonesia) kita bahkan melihat hampir tiap pagi seorang ibu-ibu penjual jamu gendong keliling, bapak-bapak penjual es lilin keliling kampung, ataupu seorang bapak yamg memanggul barang dagang mainan tradisional tidak hanya dari kampung kekampung bahkan bisa dari kabupaten-keabupaten hanya dengan berjalan kaki.
Itu tidak hanya mereka lakoni Cuma dengan setahun dua tahun, sebut saja mbo gina namanya, nenek tua berumur 60 tahunan bahkan lebih mungkin, tiap pagi harus memanggul sayuran, kemudian menjualnya di pasar condong-catur Yogykarta, ketika saya tanya, sudah berapa lama mbah jualan disini? sudah lama mas, saya juga tidak tau sudah berapa lama persisnnya, yang jelas sejak saya masih gadis katanya. Masih banyak mbo-mbo Gina yang lain negeri ini.
seperti kata penulis hidup itu ada yang mengatur neng, saya Cuma menjalani aja, mati juga tidak akan membawa harta benda..
Prinsip seperti ini pastilah berangkat dari keyakinan, sedih ataupun senang, susah ataupun kaya, itu sudah ditakdirkan tuhan. Penulis berkesimpulan bersyukurlah di indonesia kita punya karakter siap menderita dan kita punya karakter religius.
Masih banyak kisah tentang keunikan indonesia yang harus kita syukuri, di buku ini juga menceritakan bagaimana indonesia sangat berperan penting terhadap perdamaian dunia, khusunya keamanan di kawasan ASEAN, bagaimana indonesia mengatasi konflik kamboja thailand, bagaiman indonesia mempercayakan myanmar sebagai tuan rumah SEA Games 2013, ketika semua negara menolak, karena myanmar dinegaranya banyak melanggar HAM, tapi indonesia tetap mempertahankan myanmar, akhirnya Myanmar ditetapkan jadi tuan rumah. Lihatlah dampaknnya Myanmar pun, menjadi lebih terbuka, hubungan dengan negara lain pun jadi lebih aktif dari sebelumnnya yang agak sedikit tertutup. Ingatlah sejak zaman dulu indonesia memang berperan elegan. Konferensi Asia Afrika, Gerakan Non blok, ASEAN, Kelompok selatan-selatan, D8 adalah bukti indonesia adalah pionir.
Akhirnnya tulisan ini saya tutup dengan kutipan dari saleha junaidi di kata pengantar buku ini dengan meningkatnnya rasa syukur kita, semoga kita pun semakin bahagia, damai, dan tenteram hatinnya. Semoga anak-anak kita pun semakin optimis menatap masa depannya.. tentu saja sebagai anak indonesia.
Selepas tengah malam, 18 november 2013
Perpustakaan Pribadi, gang kenari, 113, Mancasan Lor